HOME > PAKET TOUR WISATA KECE > PAKET TOUR BALI KECE

PAKET TOUR BALI KECE



OBJEK WISATA BALI

Pulau Bali atau lebih dikenal dengan Pulau Dewata ini merupakan surganya tujuan wisata yang menjadi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara. Rasanya selalu kece, fresh dan ga pernah ngebosenin untuk menginjakkan kaki ke salah satu pulau terindah dan terkenal seantero dunia ini. Pulau indah ini terkenal karena memiliki pantai-pantai yang indah, pemandangan yang menakjubkan, souvenir dan kuliner yang menarik, penduduknya yang ramah serta adat dan kebudayaan yang sangat kental, kuat dan khas. Sehingga tidak heran kalau sampai saat ini Bali masih menjadi tujuan wisatawan nomor satu di Indonesia.


> OBJEK WISATA BALI UTARA


PURA ULUN DANU BEDUGUL



Pura Ulun Danu Bedugul ini berdiri persis di tepi Danau Beratan Bedugul dengan sangat indah, berada di dataran tinggi Bedugul, yakni sekitar 1.239 meter di atas permukaan laut (dpl). Dengan temperatur udara antara 18-22 derajat celcius menciptakan udara yang bersih, sejuk, suasana asri dan jalan setapak yang dihiasi bunga-bunga, hamparan rumput, serta pepohonan cemara yang menghijau akan membuat pegunjung betah. Lokasi pura yang unik, dengan danau yang agak rendah, membuat daratan di sekitar pura kerap tergenang air ketika debit air danau sedang meluap. Kondisi ini menciptakan pemandangan yang sangat indah, di mana kompleks pura dengan gugusan menara bertingkat-nya seolah-olah berada di tengah danau. Keadaan saat air meluap ini merupakan momen terbaik untuk memotret Pura Ulun Danu Beratan.

Pura Ulun Danu dibangun oleh Raja Mengwi I Gusti Agung Putu tahun 1633 yang berarsitektur campuran Hindu-Budha dan ditandai dengan stupa Budha. Semenjak pendirian pura tersebut termasyurlah kerajaan Mengwi, dan I Gusti Agung Putu digelari oleh rakyatnya “ I Gusti Agung Sakti”. Meskipun dianggap sebagai tempat pemujaan kepada trimurti (Dewa Wisnu, Brahma, dan Siwa), namun sebetulnya pura ini semula merupakan tempat untuk memuja Dewa Siwa dan Dewi Parwati, yang merupakan simbol bagi kesuburan. Di area ini selain terdapat bangunan stupa Buddha, juga terdapat bangunan masjid sebagai tempat ibadah untuk umat muslim. Keberadaan stupa dan masjid ini mengingatkan kita betapa toleransi beragama sudah dipraktekkan sejak lama oleh masyarakat Bali.

Untuk menikmati pemandangan di sekeliling danau, Anda bisa menyewa kapal boot dan sampan. Jika Anda memperhatikan seksama pecahan uang Lima puluh ribu Rupiah, Pura Ulun Danu ini menjadi objek gambar di salah satu sisi uang tersebut. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan seolah menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi bila ke Bali.


TANAH LOT


Pura Tanah Lot terletak di Beraban, Selemadeg Timur, Tabanan, sekitar 13 kilometer di sebelah barat Kota Tabanan. Lokasi pura yang dibangun pada dua tempat yang berbeda ini sangat cantik bersahaja yang terkenal dengan keindahan sunset yang eksotik dan memukau mata para pengunjung. Satu terletak di atas bongkahan batu besar, dan satunya lagi terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing inilah yang menghubungkan pura dengan daratan dan bentuknya melengkung seperti jembatan. Pura tersebut di sebut Pura Karang Bolong.

Tanah Lot sendiri berasal dari dua kata yaitu ‘tanah’ yang berarti pulau dan ‘lot’ yang berarti laut. Jika digabungkan, keduanya memiliki arti ‘pulau yang berada di tengah laut’. Saat air pasang, Anda bisa melihat Pura Tanah Lot seperti mengapung di atas air. Lain halnya saat air surut, di bawah pura terdapat lubang-lubang kecil layaknya gua yang ditempati banyak ular ekor pipih dengan warna hitam berbelang kuning. Konon, ular ini adalah penjaga pura dan memiliki racun 3 kali lebih kuat dari ular kobra. Ular-ular ini relatif jinak dan tak akan menyerang kecuali jika diganggu.

Keunikan lain dari Tanah Lot ini adalah adanya sumber mata air tawar yang disebut dengan Air Pabersih. Sumber mata air ini tentu saja merupakan sebuah keajaiban tersendiri karena terletak di tengah pantai yang berair asin. Menurut warga setempat, sumber mata air tawar ini pula yang menjadi salah satu alasan dipilihnya pantai ini sebagai lokasi pendirian Pura Tanah Lot karena dianggap sebagai tempat yang suci untuk tempat pemujaan pada dewa laut. Wisatawan tidak diperbolehkan masuk ke dalam bangunan pura untuk menjaga kesucian dan kesakralan tempat ibadah ini.


PURA TAMAN AYUN


Pura Taman Ayun
terletak di desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Pura Taman Ayun awalnya dibangun sebagai tempat wisata keluarga kerajaan Mengwi. Dibangun pada tahun 1634 oleh raja pertama kerajaan Mengwi yang bernama I Gusti Agung Putu. Terlihat keindahan arsitektur dan keagungan peninggalan sejarah ini, dengan dikelilingi kolam ikan sehingga pada saat berada di tempat ini seolah-olah berada tengah danau. Aspek seni, unik, magis serta unsur nilai sejarah membuat pura ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang sedang melakukan perjalanan tour dan menjadi salah satu objek wisata di Bali yang patut dikunjungi.

Suasana pura Taman Ayun di Mengwi ini begitu menenangkan, seperti namanya taman-taman tampak indah tertata rapi, dengan rumput-rumput hijau yang selalu dijaga kebersihannya. Pohon-pohon tropis juga ditata begitu apik, menjadi perpaduan yang serasi antara tempat ibadah dan tempat wisata rekreasi. Puas menikmati keindahan taman, pada pelataran utamanya anda bisa menyaksikan kemegahan pura dengan pahatan-pahatan seni dari jaman kerajaan. Sedikitnya ada 10 bangunan meru, yang tertinggi sampai tumpang sebelas.

Pura Taman Ayun dibagi menjadi 3 daerah. Daerah pertama yang disebut Nista Mandala atau Jaba Pisan. Di sisi kanan, ada sebuah bangunan besar yang disebut Wantilan. Tempat ini sering digunakan untuk pertemuan dan pertunjukan seni. Ada juga air mancur yang mengarah ke 9 penjuru mata angin. Daerah kedua disebut Madya Mandala atau Jaba Tengah. Disini terdapat balai pertemuan yang disebut Aling-aling Pengubengan. Dan bagian terakhir (ketiga) disebut Utama Mandala atau Jeroan. Bagian ini adalah tempat pura-pura utama (meru), dan hanya dibuka saat adanya upacara piodalan.



> OBJEK WISATA BALI SELATAN


TANJUNG BENOA


Pantai Tanjung Benoa
berada di Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali ini memiliki pasir putih dan ombak yang juga relatif tenang, sehingga tidak heran Tanjung Benoa dikenal sebagai surga objek wisata air dan menjadi incaran para wisatawan. Disini terdapat berbagai macam aktifitas permainan air seperti banana boat, parasailing, jet ski, sea walker dll. Semua olahraga air di Tanjung Benoa sudah disertai pemandu, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika belum pernah melakukannya. Harga yang ditawarkan sangat bervariasi, tergantung dari jenis olahraga air yang dipilih, juga sudah termasuk asuransi, sehingga keselamatan Anda juga sudah dijamin. Artinya, wahana water sport di Tanjung Benoa sudah dikelola secara profesional.

Selain pesona keindahan laut dan aktivitas olahraga air, masih ada lagi potensi wisata yang tak kalah menariknya, yaitu pusat penangkaran penyu atau lebih dikenal dengan nama Pulau Penyu. Di pulau ini, wisatawan dapat melihat penangkaran hewan yang sudah mulai langka, melihat telur penyu yang dikeram, kemudian penyu yg masih kecil-kecil, penyu remaja sampai dengan penyu dewasa yang sudah siap menjadi induk. Perjalanan ke Pulau Penyu dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit dengan perahu. Perahu yang biasa digunakan untuk mencapai lokasi Pulau Penyu adalah perahu beralas kaca atau glass bottom, sehingga memungkinkan wisatawan untuk menikmati pemandangan di bawah perahu. Anda juga diperbolehkan memberikan makanan seperti roti kepada hewan-hewan laut tersebut supaya hewan tersebut bisa mendekat kepada kita.



GARUDA WISNU KENCANA ( GWK )



Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah sebuah taman budaya yang memiliki luas 240 hektar dengan lokasi di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Disini terdapat patung berukuran raksasa Dewa Wisnu, yang dibangun dan di ukir oleh pengukir dan pematung terkenal bernama I Nyoman Nuarta. Garuda Wisnu Kencana memiliki arti "burung Garuda Kendaraan Dewa Wisnu”. Dewa Wisnu dipilih untuk menjadi ikon karena ia adalah Dewa Pemelihara alam semesta dan Garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu merupakan simbol dari pengabdian yang tanpa pamrih. Patung Dewa Wisnu ini pun dianggap sebagai perlambang dari misi penyelamatan lingkungan dan dunia.

Pengunjung akan menyaksikan kemegahan monumental serta kekhusukan spiritual yang mana kesemuanya disempurnakan, dipadu dalam sentuhan modern, beragam bentuk fasilitas, pelayanan tepat guna menjadi daya tarik bagi setiap pengunjungnya. Amphitheatre berkapasitas 800 tempat duduk disertai tatanan acoustic kelas satu, landskap diseting menjadi tempat tak tertandingi untuk pagelaran seni budaya, serta gaya penyuguhan spektakuler. Pengunjung akan dimanjakan dengan beragam tarian dan pertunjukan seni tradisional Bali, mulai dari tari Kecak, Barong, dan lain-lain. Ruang terbuka di GWK juga unik dengan adanya beberapa bebatuan besar yang terdapat di sisi halaman depan dari patung besar GWK.

Meski masih dalam tahap pembangunan, kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana selalu dipadati banyak pengunjung baik wisatawan domestik maupun mancanegara. GWK diharapkan dapat menjadi simbol kekayaan dan keindahan budaya Indonesia dan menjadi landmark/maskot Bali.


PANTAI PANDAWA (SECRET BEACH)

Pantai Pandawa berlokasi di Bali Selatan, tepatnya di Desa Kutuh, Kecamatan Kutu Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini disebut secret beach karena lokasinya berada di balik perbukitandan dua tebing tinggi yang membelah jalan menuju ke Pantai. Di salah satu sisinya terdapat ukiran lima patung Pandawa dan Dewi Kunti.

Pantai Pandawa atau juga disebut dengan sang perawan yang ada di Bali Selatan, karena pantai ini masih sangat alami dengan air laut nya yang jernih. Pasir putihnya yang halus nan lembut membuat mata anda akan terkesima melihat keindahan pantai ini. Pantai ini juga merupakan tempat yang tepat bagi Anda yang kurang menyukai keramaian saat liburan karena lokasi pantai yang terletak di balik perbukitan.


PURA ULUWATU


Pura Uluwatu
, pura yang terletak di atas anjungan batu karang dan ketinggian 97m dari permukaan laut. Dengan menghadap ke laut lepas samudera Hindia yang luas dari ketinggian batu karang yang menjorok ke laut membuat lokasi pura ini tidak hanya terkesan sakral dan religius tetapi sangat indah dan menakjubkan. Lokasi ini pula yang memunculkan nama Uluwatu dalam bahasa Sansekerta yang berarti puncak batu.


Selain itu pura ini memiliki daya tarik tersendiri, karena batu karang yang ada ditumbuhi semak-semak yang dihuni ratusan kera-kera jinak dan dilindungi oleh masyarakat sekitar. Keindahan panorama disekeliling Pura Uluwatu akan semakin memukau para wisatawan pada saat matahari terbenam/sunset yang dapat dinikmati dari beberapa sisi tebing di seputar pura. Apalagi dengan kehadiran tarian kecak Uluwatu yang dipentaskan pada 18.00-19.00 WITA, dengan diiringi oleh kelompok penari laki-laki berjumlah sekitar 50 orang di panggung terbuka berlatar belakang sunset yang indah menjadikannya sebuah pertunjukan spektakuler yang membuat tempat wisata ini semakin diminati oleh wisatawan seluruh dunia.



> OBJEK WISATA BALI TIMUR


DESA BATUBULAN


Desa wisata Batubulan
terletak 10 km dari kota Denpasar, termasuk ruang lingkup Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar Propinsi, Bali. Desa Batubulan merupakan pintu gerbangnya Kota Gianyar. Objek wisata Batubulan merupakan salah satu desa yang terkenal dengan seni seperti seni pahat terutama pahat patung, seni tari, juga seni batik. Hasil produksi seni batiknya memiliki motif khas Bali, dengan lebih mengutamakan dan mempertimbangkan mutu dan kualitas sehingga hasilnya pun sangat laku di pasaran baik itu pasar dalam negeri maupun luar negeri, sehingga menjadikannya jadi tersohor. Untuk seni pahat dan ukir ditonjolkan dalam bentuk patung berbahan dasar dari batu padas dan batu paras, dengan ukiran-ukiran ataupun ornamen yang memiliki khas dalam setiap pahatannya. Hasil kerajinan patungnya banyak juga dibeli oleh daerah lain untuk keperluan pada bangunan suci, rumah, kantor, jembatan, hotel, restoran dan lain-lainnya bahkan di ekspor ke luar negeri.


Seni tarian yang terkenal di kawasan wisata desa Batubulan ini adalah Tari Barong/Barong Dance dan Tari Kecak. Pementasan tarian Barong biasanya dipentaskan pagi hari sekitar pukul 09.30 dan tarian Kecak yang dipentaskan pada pukul 18.30 yang berlangsung selama satu jam setiap hari. Harga Tiket masuk Tarian Barong dan Keris dance Rp 100.000/org. Nama Batubulan ini sendiri berasal dari ditemukannya batu yang bercahaya seperti bulan sehingga desa ini dinamakan desa Batubulan. Saat ini batu yang tersebut disimpan di Merajan Agung Puri Batubulan. Tempat ini layak Anda kunjungi dalam perjalanan tour.


DESA CELUK


Desa Celuk
adalah sebuah desa objek wisata kerajinan emas dan perak yang terletak di wilayah Sukawati, kabupaten Gianyar, Bali. Lokasinya sangat strategis di jalur pariwisata Batubulan – Sukawati – Ubud – Kintamani, berada dalam jaringan pengrajin seperti desa Batubulan, batuan dan Mas. Di tempuh dengan jarak 15 km Timur Laut Denpasar. Hasil kerajinan emas dan perak dihasilkan di desa Celuk memiliki kualitas yang bermutu tinggi serta mampu memproduksi dalam kuantitas yang besar. Setiap hari desa Celuk ramai dikunjungi wisatawan dan menjadi salah satu rute tour wisata Bali. Wisatawan dapat melihat langsung bagaimana penduduk setempat membuat kerajinan emas dan perak dan membeli langsung perhiasan-perhiasan di etalase yang dipajang langsung di workshop para seniman ataupun toko-toko. Tidak ada Tiket Masuk untuk daerah ini alias free.



KINTAMANI

GUNUNG DAN DANAU BATUR

Kintamani menyediakan pemandangan perbukitan dengan udara segar dan suhu udara berkisar 18 derajat celcius, sama seperti suhu udara di daerah wisata Bedugul. Hal yang paling utama yang menjadikan daya tarik dari kawasan wisata ini adalah pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur.Keindahan panorama Gunung Batur yang memiliki ketinggian 2.400 meter dari permukaan laut sangat serasi dengan Danau Batur di bawahnya yang dapat disaksikan dari kejauhan di obyek wisata Penelokan, Kintamani, Kabupaten Bangli, 45 kilometer timur Denpasar.


Penelokan, Kintamani, adalah salah satu obyek wisata yang menjadi favorit dikunjungi para wisatawan saat melancong ke Pulau Dewata. Kekhasan pemandangan Gunung Batur dengan hamparan bebatuan hitam yang terkadang mengeluarkan asap karena tergolong masih aktif dan Danau Batur berwarna biru melengkung bak bulan sabit di sebuah kaldera yang begitu eksotis dilihat menjadi incaran setiap pengunjung ke sini. Jejeran restaurant sepanjang penelokan menawarkan kelebihan dari keindahan alam lembah dan gunung, terbukti sangat diminati, sambil bersantai menikmati makan siang, pengunjung disuguhi panorama alam yang memukau.



PURA TIRTA EMPUL


Pura Tirta Empul
terletak di desa Manukaya Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar – Bali. Di sini terdapat mata air dan juga digunakan oleh masyarakat pemeluk agama Hindu, untuk permandian dan memohon tirta suci. Menurut masyarakat sekitar, setiap pancuran di kolam tirta empul ini memiliki nama tersendiri, diantaranya adalah Pancuran Penglukatan, Pancuran Pembersian, Pancuran Sudamala dan Pancuran Cetik (Racun). Para wisatawan diperbolehkan untuk ikut menyucikan diri di kolam pancuran ini, syarat utamanya adalah anda harus menggunakan 'kamen', sebuah kain yang di ikatkan di pinggang yang lebih mirib dengan rok panjang. Kamen ini adalah sebuah sarana persembahyangan yang dipakai umat hindu untuk dapat memasuki pelataran sebuah pura.

Nama Tampak Siring sendiri berasal dari kata Tampak yang berarti telapak dan Siring berarti miring. Telapak yang ada dalam nama tempat wisata ini, diceritakan sebagai telapak dari raja yang bernama Mayadenawa. Mayadenawa diceritakan seorang raja sakti, tapi memiliki sifat jahat dan menganggap dirinya adalah seorang dewa. Karena bersifat jahat, maka Dewa Indra mengirim pasukan beliau, untuk menghancurkan Mayadenawa. Mayadenawa kalah perang melawan Dewa Indra dan Mayadenawa lari kehutan. Untuk menghilangkan jejak, Mayadenawa berjalan dengan memiringkan kakinya ke tengah hutan. Walaupun Mayadenawa berusaha menghilangkan jejak, tapi usahanya melarikan diri gagal. Sebelum berhasil ditangkap oleh pasukan dewa Indra, Mayadenawa menciptakan mata air beracun.

Dengan mata air beracun, Mayadenawa berhasil membunuh sebagian dari pasukan dewa Indra, yang mengejar Mayadenawa. Untuk mengatasi mata air beracun dari Mayadenawa, Dewa Indra menciptakan mata air penawar racun yang diberi nama Tirta Empul yang memiliki arti sebuah air yang menyembur dari tanah. Jadi Tirta Empul (mata air suci) adalah air suci yang menyembur keluar dari dalam tanah. Sedangkan hutan yang digunakan untuk Mayadenawa melarikan diri, dengan posisi kakinya dimiringkan inilah yang sekarang menjadi kawasan wisata Tampak Siring.


GOA GAJAH


Goa Gajah, yang terdapat patung Dewa Ganesha dan situs-situs purbakala yang merupakan tempat meditasi dan persembahyangan. Goa Gajah Ubud terletak di sebelah barat Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Diduga kata Goa Gajah berasal dari kata “ Lwa Gajah”, yang berarti vihara tempat pemujaan para Bhiksu umat beragama Budha. Pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M, terdapat nama tersebut. Sedangkan untuk kata “ Lwa “ berarti sungai. Maka disimpulkan menjadi pertapaan yang terletak di tepi sungai.


Tempat ini dikelilingi pepohonan hijau yang rindang yang konon katanya sudah berusia ratusan tahun, sehingga suasananya sangat sejuk dan asri. Pintu masuk melalui mulut goa hanya cukup untuk 1 orang. Diluarnya terdapat ukir – ukiran dan 2 patung penjaga. Bagian dalam goa berbentuk huruf T, dengan tinggi sekitar 2 meter dan lebar 2 meter. Bagian kiri dan kanan lorong juga terdapat ceruk yang  mungkin pada jaman dahulu adalah tempat bertapa. Namun sekarang wisatawan dapat duduk maupun berbaring disana. Pada ujung barat lorong terdapat Arca Ganesha dan ujung timur lorong terdapat 3 lingga. Sesampai di bawah akan terdengar gemericik suara air yang mengalir dari pancuran arca. Bebatuan bekas bangunan yang dulunya hancur akibat gempa, juga ditemukan di sekitar pancuran. Sedangkan Goa Gajah Ubud sendiri, letaknya tidak jauh dari pancuran arca tersebut.


JIMBARAN


Pantai Jimbaran
atau yang lebih dikenal dengan nama Jimbaran by Seafood dapat dicapai hanya 15 menit dari Airport Ngurah Rai dan dan 10 menit dari Nusa Dua, pantai yang terletak di Kelurahan Jimbaran ini merupakan pusat wisata kuliner untuk berbagai jenis masakan olahan laut (seafood). Disepanjang pantai wisatawan akan dimanjakan oleh pasir putih yang begitu indah dan deretan restaurant seafood yang bisa anda pilih untuk mencoba khasnya masakan seafood ala Bali. Menikmati makan malam dengan konsep candle light dinner di pinggir pantai dengan hamparan pemandangan laut langsung dan deburan ombak, sangat di gemari oleh para wisatawan. Sehingga tidak heran bila Jimbaran Seafood ini selalu dipadati pengunjung.


Objek-objek wisata di atas sudah Kami suguhkan dan di kemas dengan epic dan kece dalam paket-paket tour wisata Bali Kami yang tentunya dengan harga yang murah namun tetap akan meninggalkan liburan yang berkesan dan tak terlupakan.
Untuk detail lengkap paket-paket tour wisata Bali yang kece itu silahkan di klik dan cekidotttttt di bawah ini >>>>>

 

 
Jalan Jalan Kece Tour
©2006 Powered By CMSimple.dk | Design By DCWD | jensbroecher
2